Mengunjungi SOS village kemarin menyisakan banyak rasa di benakku. Wah, ramainya. Lebih dari seratus anak dengan usia yang beragam. Dari seluruh daerah Aceh bahkan nusantara. Penghuninya sungguh beragam. SOS village merupakan Pusat pengasuhan yang berbasis kekeluargaan. Sebenarnya hampir sama dengan Pusat Pengasuhan dan Pembinaan Anak Muhammadiyah (PPPAM) yang kami diami saat ini. Hanya saja SOS Village masih memiliki banyak staf, sementara kami tak punya staf khusus yang mendiami setiap rumah anak asuh. PPPAM hanya memiliki relawan, bukan staf. Sampai di SOS village sekitar jam 11.10, sebagian anak sedang menonton drama komedi lokal. Kami datang dengan anak-anak asuh, tapi ada lima anak yang tak ikut serta karena ada ujian untuk mendapatkan beasiswa penuh kuliah di President University. Sebagian lagi belum menyiapkan pakaian sekolah untuk senin. Awalnya anak-anak kami khawatir tak bisa menyesuaikan diri. Sat...
Mencoba mengabadikan keratan kata :)