“Jadi, ini ya, istrinya?” tanya wanita cantik di depanku. Dalam dekapannya ada seorang bayi belum genap setahun tak kalah menggemaskan. Bisa kupastikan umur wanita itu mendekati kepala tiga. Kudengar ia memang paling populer di sekolah suamiku dulu. Aku tersenyum sopan sambil mengulurkan tangan, atau tepatnya membalas uluran tangannya dan menggumamkan namaku “Yasmine ...” Percakapan basa-basi itu bertahan cukup lama. Berapa anggota keluarga, aktivitas harian dan di mana tinggal saat ini. Aku yang sejak tadi menjawab seadanya, ditimpali sedikit guyonan suamiku. Maklum saja, ini reuni, tak ada yang formal, semua berusaha secair mungkin, tak ubahnya dulu ketika masa-masa SMA yang tak terlupakan. Bagiku sendiri, ini bukanlah hal yang sulit. Sejak awal menikah kami sudah terbi...
Mencoba mengabadikan keratan kata :)